Jumat, 18 November 2011

Di sela penyelenggaraan ASEAN ke-19

Meteri Perdagangan Indonesia, Gita Wirjawan mengadakan pertemuan dengan Menteri Ekonomi, Perdagangan dan Industri Jepang, Yukio Edano, di sela penyelenggaraan ASEAN ke-19 di Nusa Dua, Bali, Jumat 18 November 2011.

Dalam pertemuan itu, kedua menteri membicarakan perkembangan hubungan ekonomi dan perdagangan regional. Antara lain perkembangan ASEAN dan integrasi ekonomi Asia Timur serta isu perdagangan bilateral kedua negara. Seperti UU Nomor 4 Tahun 2009, tentang Mineral dan Batubara serta kasus tuduhan dumping atas produk Cold Rolled Coil/ Sheet yang diimpor dari Jepang.

Jepang menyampaikan pendapat dengan membentuk tiga working group yang terdiri atas working group on Trade in goods, trade in services dan investment. Ini untuk mempercepat pembentukan Comprehensive Economic Partnership in East Asia (CEPEA), mengenai perkembangan ASEAN dan kemitraan ekonomi Asia Timur.

Hal lain, Jepang juga menegaskan kembali dukungannya dalam bentuk partisipasi lembaga riset Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA) dalam studi-studi yang dilakukan ASEAN serta meminta ASEAN, termasuk Indonesia, agar juga dapat memberikan dukungan kepada ERIA.

Terkait dengan UU Mineral dan Batubara (Minerba), Menteri Yukio menyampaikan keprihatinannya agar Indonesia dapat terus memberikan peluang bagi Jepang untuk dapat melakukan impor bahan mentah khususnya produk mineral dan batubara.

Sementara itu, Menteri Gita Wirjawan meyakinkan kepada Jepang bahwa terbentuknya Undang-Undang Minerba sebagai upaya Indonesia untuk mengembangkan industri hilir mineral dan batu bara di dalam negeri yang akan dimulai pada 2014.

"Sektor hilir produk mineral dan batu bara di Indonesia akan menjadi sektor yang sangat atraktif bagi investor asing, termasuk perusahaan Jepang untuk berpartisipasi di Indonesia," kata Gita.

Untuk kasus tuduhan dumping atas produk Cold Rolled Coil/Sheet asal Jepang, pihak Jepang mengharapkan agar produk Cold Rolled Coil/Sheet Jepang dapat dikeluarkan dari proses investigasi.
Menjawab hal ini, Menteri Gita menyampaikan bahwa saat ini otoritas Indonesia sedang dalam proses pelaksanaan investigasi dan hasil investigasi tersebut akan segera disampaikan.

Pada akhir pertemuan, Mendag juga menyampaikan apresiasi dan harapannya agar Jepang dapat memberikan lebih banyak kesempatan bagi warga negara Indonesia untuk melakukan studi ke Jepang. Hal ini dimaksudkan sebagai upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia di Indonesia.

Menanggapi hal ini, Menteri Yukio menyatakan akan mengakomodasi permintaan Indonesia dan akan menyampaikan hal ini kepada institusi terkait di Jepang.
 
 
Copyright © 2013 Berita Kita All Rights Reserved.
Khanza Aulia Shafira Nugroho - Iconia PC tablet dengan Windows 8 By Kanghari Animal World