Jumat, 22 November 2013

Tips Aman Melewati Banjir Dengan Mobil

Memasuki musim penghujan seperti sekarang ini sering membuat jalan tergenang air. Bila kedalaman air masih bisa terjangkau mobil, Anda sebaiknya berhati-hati bila memutuskan untuk melewatinya. Jika salah langkah, tak ayal Anda bisa terjebak dan lebih parah lagi mobil jadi rusak. Untuk mencegah hal tersebut, ada baiknya jika Anda mengikuti tips aman melewati banjir berikut ini:

Perhatikan barikade

Jalan yang tergenang air biasanya akan diberi pembatas berupa barikade. Hal ini untuk memperingatkan pengendara agar tidak melintas begitu saja. Karena itu, jangan pernah mengacuhkan barikade ini.

Perhatikan baik-baik batasan di mana air masih menggenang. Di Jakarta, biasanya barikade dilakukan warga di sekitar lokasi banjir. Barikade ini bisa berupa ranting atau benda-benda apa pun yang akan menghalangi lintasan kendaraan.

Perkirakan kedalaman air

Bila mobil di depan Anda sudah lebih dulu melewati genangan air, perkirakan kedalamannya. Apakah mobil Anda bisa melewatinya? Bila tidak, ada baiknya kalau Anda mengambil jalur alternatif.

Demi mencegah kerusakan mesin karena terlalu banyak terkena air. Batas aman yang bisa diambil adalah setengah dari diameter ban mobil Anda.

Perlahan

Ketika mengendarai genangan, tak usah terburu-buru. Perlahan saja, karena Anda tak bisa melihat apa yang ada di bawah genangan itu. Bisa saja ada lubang atau batu pengganjal yang malah merusak kendaraan Anda. Dan, yang lebih penting lagi, berkendaralah dengan putaran mobil stabil ketika melewati genangan itu.

Hindari listrik

Angin dan hujan jadi perpaduan sempurna untuk merubuhkan kabel listrik. Perhatikan apakah di depan ada tiang listrik yang roboh. Arus listrik sangat berbahaya tak hanya bagi mobil, tapi bagi jiwa Anda.

Perhatikan benda hanyut

Banjir sering menyimpan benda-benda asing. Ini yang harus Anda waspadai, jangan sampai benda-benda itu menyangkut di mesin kendaraan.

Tes rem

Saat Anda akhirnya melewati banjir itu, sekarang saatnya tes rem. Dalam kecepatan rendah, coba injak rem Anda. Bila Anda tak berhenti, berarti rem Anda rusak karena air banjir tadi. Keringkan secara sabar dan perlahan.

Caranya dengan menekan pedal rem dengan kaki kiri, namun tetap pertahankan kecepatan dengan kaki kanan Anda.

Jangan restart mesin

Bila mobil Anda mogok karena terendam air dengan kedalaman yang cukup tinggi, jangan mencoba menghidupkan mesin. Kemungkinan dalam blok mesin sudah menyelinap air yang bisa membuat kerusakan lebih parah.

Komunikasi

Hal terburuk yang bisa terjadi adalah Anda benar-benar terjebak dalam banjir. Kalau ini sampai terjadi, jangan panik. Keluar lewat jendela dan segera mencari tempat yang lebih aman.

Segera hubungi petugas berwenang untuk menyelamatkan Anda. Maka itu, pastikan telepon genggam Anda selalu bisa digunakan. Komunikasi sangat penting dalam keadaan seperti ini.

Baca juga: Terios 7 Wonders Sahabat Petualang.

Senin, 04 November 2013

Kasus Heru Sulastyono

Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menyita sejumlah aset berupa tanah dan bangunan milik Heru Sulastyono. Setidaknya, ada delapan aset tanah dan bangunan yang disita penyidik dari Heru. Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen Pol Arief Sulistyanto mengungkapkan, tanah dan bangunan tersebut tersebar di sejumlah tempat. Penyitaan itu terkait penanganan kasus Heru yang saat ini tengah ditangani penyidik.

“Terkait perkembangan penanganan perkara suap oknum pegawai Bea dan Cukai, kami menyita sejumlah aset milik Heru,” kata Arief di Bareskrim Polri, Senin (4/11/2013).

Dari delapan tanah dan bangunan yang disita penyidik, dua di antaranya, yakni dua bidang tanah seluas 160 m2 dan 90 m2 yang terletak di Sektor V PT BSD tercatat atas nama mantan istri Heru, Widyawati. Ada pula, ruko seluas 75 m2 dan 225 m2 di lokasi yang sama.

Sementara itu, untuk tanah dan bangunan yang disita petugas atas nama Heru, di antaranya sebidang tanah dan bangunan seluas 240 m2 di Lengkong Gudang, Serpong; 709 m2 tanah dan bangunan di Pondok Jagung, Serpong; ruko seluas 41 m2 di Lengkong Wetan, Serpong. Selain itu ada pula sebuah Rumah di Kompleks Perumahan Sutera, Renata, Serpong; sebuah ruko di Jalan Taman Makam Pahlawan, BSD; dan sebuah tanah dan bangunan di Kompleks Puspita Loka, Jalan Lantana, Serpong.

“Selain tanah dan bangunan, kami juga menyita sebuah STNK BMW Z4 atas nama WW (Widyawati),” katanya.

Arief menambahkan, dalam waktu dekat penyidik akan menggeledah kantor milik pengusaha Yusron Arief yang terletak di Medan, Sumatera Utara. Yusron merupakan seorang pengusaha yang ditetapkan Bareskrim sebagai tersangka dalam kasus ini.

“Untuk penggeledahan kantor Yusron, kami sedang berkoordinasi dengan Syahbandar dan Pelindo Belawan. Karena menurut keterangan, kantor tersebut saat ini sudah tutup,” katanya.

Sebelumnya, Dittipideksus Bareskrim Polri menangkap Yusran Arief yang diduga memberikan suap dalam bentuk polis asuransi berjangka sebesar Rp 11,4 miliar kepada Heru. Diduga, suap tersebut diberikan untuk memuluskan upaya Yusran agar perusahaan yang berada di bawah kendalinya terhindar dari audit pajak. Suap itu diberikan dalam kurun waktu 2005-2007 saat Heru menjabat sebagai Kepala Penindakan dan Penyidikan Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Saat ini, Heru menduduki jabatan sebagai Kasubdit Ekspor Impor Ditjen Bea dan Cukai Kemenkeu. Akibat perbuatannya, Heru Sulastyono dan Yusran Arief disangka dengan pasal yang sama, yaitu Pasal 3, Pasal 6 Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2002 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2003 dan Pasal 3, Pasal 5 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan TPPU.

Selain itu, keduanya juga disangka dengan Pasal 5 Ayat (2), Pasal 12 Huruf a dan b Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 KUHP dan Pasal 56 KUHP.

Baca juga: Download Spesifikasi Dan User Manual GPS TRACKER ATrack AT1E PRO.
 
 
Copyright © 2013 Berita Kita All Rights Reserved.
Khanza Aulia Shafira Nugroho - Iconia PC tablet dengan Windows 8 By Kanghari Animal World