Kamis, 27 Oktober 2011

PT PLN (Persero) Wilayah Sulawesi Selatan

PT PLN (Persero) Wilayah Sulawesi Selatan, Tenggara,dan Barat (Sultanbatara) memastikan stok meteran listrik untuk sambungan baru masih tersedia, termasuk di kawasan perumahan. Pelaksana Harian Manajer Niaga dan Pelayanan Pelanggan PT PLN (Persero) Sultanbatara Deice Uiana memastikan tidak ada kekurangan meteran listrik untuk sambungan baru, baik jenis analog atau digital. Terbukti, hingga saat ini tidak ada lagi daftar tunggu di PLN Wilayah Sultanbatara.Menurutnya, sepanjang jaringan terjangkau, pasti dipasang meteran.“

Yang bisa disambungkan meteran baru jika jarak maksimal 10 tiang,”katanya. Jika lebih dari itu, akan dimasukkan ke dalam potensi daftar tunggu pada 2012. Saat ditanya biaya sambungan baru PLN yang mencapai Rp3,5 juta, dia membantahnya. “Harga yang harus dibeli sesuai daya yang diinginkan,”ujarnya.

Saat ini harga sambungan baruRp750pervoltampere. Jika meteran warga Rp900 kva, biayanya sekitar Rp600.000.“Datang langsung ke kantor PLN jangan lewat perantara, ”katanya. PT PLN juga sudah bekerja sama dengan Real Estat Indonesia (REI) untuk sambungan baru ke perumahan.“Sudah ada kesepakatan antara PT PLN dan REI untuk menuntaskan sambungan listrik di kawasan perumahan,” ungkapnya.

Volume ekspor ikan tuna

Volume ekspor ikan tuna asal Sulsel pada September, yakni 93.202 kilogram (kg). Jumlah ini menurun dibandingkan pada Agustus yang mencapai 119.464 kg. Penyebabnya, proses pengiriman tidak melalui Pelabuhan Makassar,” kata Kepala Badan Sertifikasi Ekspor Ikan Tuna Sulsel Abbas di Makassar, kemarin. Dia memaparkan, penurunan volume ekspor di September karena adanya perusahaan yang melakukan ekspor melalui pelabuhan di Bali. “Jika semua eksportir melakukan proses sertifikasi di Makassar, ekspor ikan tuna dari Sulsel bisa jauh lebih besar,”katanya.

Peningkatan volume ekspor pada Juli dan Agustus banyak disebabkan faktor cuaca dan membuat produksi ikan tuna lebih banyak.“Selain itu, banyak ikan yang me-lakukan migrasi ke perairan Selat Makassar,”ujarnya. Ikan tuna yang diekspor dari Sulsel sebagian besar ditangkap di perairan Teluk Bone,Mamuju, dan Majene.“Sementara untuk pengirimannya masih ke Eropa,”tandasnya.

Ketua Himpunan Eksportir Perikanan Sulawesi Selatan HM Sain Muin mengatakan, adanya peningkatan ekspor ikan tuna di dua bulan tersebut karena armada penangkap melaut secara berkelanjutan. “Khusus ikan tuna, memang sistem tangkapnya bagus sesuai permintaan konsumen Eropa dan Jepang,” ungkapnya. Selain itu, armada yang digunakan adalah kapal berkapasitas besar yang bisa digunakan melakukan penangkapan di perairan dalam.

“Itulah sebabnya kapal-kapal tersebut sangat sedikit memiliki saingan dalam melakukan penangkapan,” katanya. Haltersebutberbedadengan jenis ikan lain, seperti tenggiri, kerapu, kakap merah. Jenis ikan ini itu semakin berkurang.“Termasuk populasi yang semakin menurun. Dalam proses penangkapannya, nelayan lebih banyak di daerah pesisir yang tidak terlalu dalam dengan kapasitas kapal yang relatif lebih kecil,” pungkasnya.

Sabtu, 08 Oktober 2011

kecelakaan speedboat

Sebuah speedboat milik warga terbalik di Sungai Belidang, Desa Simpang Tiga, Kecamatan Tulung Selapan, Ogan Komering Ilir (OKI), Kamis (6/10) malam lalu. Akibat kecelakaan tersebut, salah seorang penumpangnya, Nur Hidayat, 30, tewas tenggelam. Sementara, tujuh penumpang lainnya berhasil menyelamatkan diri dengan berenang ke tepi sungai. Camat Tulung Selapan OKI A Rahman menerangkan, kecelakaan tersebut terjadi karena speedboat menabrak gundukan rumput di Sungai Belidang, Desa SimpangTiga,KecamatanTulung Selapan, OKI, sehingga terbalik.

Menurut Camat, pada hari itu rombongan korban diperkirakan sebanyak 8–10 orang naik speedboat dari Desa Simpang Tiga dengan tujuan lahan PT Hiu yang bermaksud bekerja sebagai pembersih lahan untuk tanaman akasia. “Kecelakaan tersebut diduga akibat terhalangnya pandangan sopir karena kabut asap sehingga jarak pandang memang terbatas.Akibatnya, sopir speed boat tak sempat mengelakkan tabrakan tersebut,” ujar Camat. Kemudian, semua penumpang langsung tercebur ke sungai karena speedboat terbalik. Namun, setelah di cek ternyata korban Nur Hidayat tidak ditemukan.

“Karena korban Nur Hidayat tidak ditemukan, penumpang yang selamat meminta bantuan dengan warga Desa Simpang Tiga,”katanya. Rahman menuturkan, korban yang merupakan buruh pembersih lahan tanaman akasia milik PT Hiu kemungkinan tidak bisa berenang sehingga yang bersangkutan langsung tenggelam.

“Korban diduga tidak bisa berenang sehingga mayat pria asal Cilacap, Jawa Tengah ini baru bisa ditemukan sekitar pukul 21.00 WIB atau tiga jam setelah tenggelam,” ungkap salah seorang saksi mata di tempat kejadian yang enggan disebutkan namanya.
 
 
Copyright © 2013 Berita Kita All Rights Reserved.
Khanza Aulia Shafira Nugroho - Iconia PC tablet dengan Windows 8 By Kanghari Animal World